
Segala puji bagi Allah yang telah memberikan hidayah kepada kita untuk menunaikan haji ke Baitullah al-Atiq, yang telah menjadikan tawaf sebagai rukun bagi jemaah haji dan umrah. Selawat serta salam semoga tercurah kepada sebaik-baik manusia, Muhammad bin Abdullah, beserta keluarga, sahabat, dan para pengikutnya hingga hari kiamat. Amma ba'du:
Ketahuilah, wahai jemaah yang mulia, disunahkan bagi Anda untuk mandi sebelum memasuki Makkah jika memungkinkan, sebagai bentuk ittiba' (mengikuti sunah) Nabi
Setibanya di Masjidil Haram dan melihat Baitullah, disunahkan membaca:
"Tidak ada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar. Ya Allah, Engkau adalah sumber kedamaian, dan dari-Mu lah kedamaian berasal, maka sambutlah kami, wahai Tuhan kami, dengan kedamaian. Ya Allah, sesungguhnya ini adalah rumah-Mu, maka tambahkanlah kemuliaan, kehormatan, keagungan, dan kebaikan padanya; serta tambahkanlah kemuliaan, kehormatan, keagungan, dan kebaikan bagi siapa saja yang melakukan haji dan umrah kepadanya."
Adab Memasuki Masjidil Haram
Saat hendak memasuki Masjidil Haram, disunahkan mendahulukan kaki kanan dan berdoa: "Ya Allah, limpahkanlah selawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad. Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku dan bukakanlah pintu-pintu rahmat-Mu. Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Agung, dengan wajah-Nya Yang Mulia, dan kekuasaan-Nya yang abadi dari setan yang terkutuk." Anda juga diperbolehkan memanjatkan doa permohonan ampun dan rasa syukur karena telah diizinkan sampai ke Baitullah.
Tata Cara Tawaf
1. Memulai Tawaf: Menuju Hajar Aswad, mengusapnya dengan tangan kanan dan menciumnya jika memungkinkan. Jika tidak, cukup berdiri menghadapnya, bertakbir, dan memberi isyarat dengan tangan kanan.
2. Posisi: Menjadikan Ka'bah di sebelah kiri dan mulai berkeliling tujuh putaran.
3. Persyaratan: Harus dalam keadaan suci (berwudu) dan menutup aurat.
4. Ketentuan Khusus (Tawaf Qudum):
o Raml: Disunahkan lari-lari kecil dengan langkah pendek pada tiga putaran pertama.
o Idh-thiba’: Menyelempangkan kain rida (atasan ihram) di bawah ketiak kanan dan meletakkan kedua ujungnya di bahu kiri selama tawaf. Setelah selesai, bahu kanan harus ditutup kembali.
5. Doa di Antara Dua Rukun: Di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, disunahkan membaca: "Rabbana aatina fiddunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina 'adzabannar."
6. Rukun Yamani: Disunahkan mengusapnya dan bertakbir tanpa menciumnya. Jika tidak bisa mengusap, cukup lewat tanpa memberi isyarat tangan.
7. Keyakinan Jumlah Putaran: Harus tujuh putaran. Jika ragu, ambillah jumlah yang paling sedikit (yang diyakini).
Setelah Tawaf
Tata Cara Sai
1. Memulai di Bukit Shafa: Menaiki bukit Shafa sambil membaca ayat: "Innash shafaa wal marwata min sya’airillah..." (QS. Al-Baqarah: 158). Menghadap kiblat, bertakbir, dan membaca zikir tauhid serta doa.
2. Lintasan Sai: Berjalan menuju Bukit Marwah.
3. Lari Kecil (Sa'yan Syadidan): Saat berada di antara dua pilar/lampu hijau, laki-laki disunahkan lari-lari kecil. Ketentuan ini tidak berlaku bagi jemaah perempuan.
4. Penghitungan: Perjalanan dari Shafa ke Marwah dihitung satu putaran, dan dari Marwah kembali ke Shafa dihitung putaran kedua. Sai berakhir di Marwah pada putaran ketujuh.
5. Status Kesucian: Suci dari hadas bukan syarat sah sai, namun tetap dianjurkan dan lebih utama.
Tahallul
Setelah selesai sai, bagi yang mengambil haji tamattu', diwajibkan mencukur habis (halq) atau memendekkan rambut (taqshir). Dengan demikian, jemaah telah bebas dari larangan ihram dan diperbolehkan mengenakan pakaian biasa serta melakukan hal-hal yang sebelumnya dilarang saat berihram.
Semoga Allah menerima ibadah haji kita, menjadikan haji yang mabrur, dan mengampuni segala dosa kita. Amin.