Makna Hadits "Di Antara (Tanda) Hari Kiamat Adalah Bulan Sabit Terlihat Berhadap-hadapan."
13-10-2026 | IslamWeb
Pertanyaan:
Nabi Shallallâhu `alaihi wasallam bersabda, "Di antara (tanda) dekatnya hari Kiamat adalah: bulan sabit terlihat berhadap-hadapan, sehingga dikatakan untuk dua malam; mesjid-mesjid dijadikan sebagai jalan; dan terjadi kematian mendadak." Hadits ini dinyatakan shahih. Apakah maksud menjadikan mesjid sebagai jalan dan bulan terlihat berhadapan sehingga dikatakan untuk dua malam?
Jawaban:
Segala puji bagi Allah, dan shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Rasulullah beserta keluarga dan para shahabat beliau.
Hadits yang ditanyakan di atas disebutkan oleh Imam Ath-Thabrâni dalam kitab Al-Mu`jamul Awsath. Syaikh Al-Albâni menghukumnya sebagai hadits hasan, diriwayatkan dari Anas ibnu Mâlik. Redaksinya: "Di antara (tanda) dekatnya hari Kiamat adalah: bulan sabit terlihat berhadap-hadapan, sehingga dikatakan untuk dua malam; mesjid-mesjid dijadikan jalan; dan terjadi kematian mendadak."
Hadits ini menyebutkan tiga tanda kecil akan terjadinya hari Kiamat, yaitu:
- Munculnya bulan sabit dengan gelembung yang besar di awal bulan, sehingga ia seperti untuk dua malam. Hadits ini dijelaskan oleh riwayat lain yang berbunyi: "Di antara (tanda-tanda) dekatnya hari Kiamat adalah menggelembungnya bulan sabit, ia satu malam dikatakan untuk dua malam." [HR. Ath-Thabrani dalam Al-Mu`jamush Shaghir]
- Manusia menjadikan mesjid sebagai jalan dan penyeberangan. Orang yang lewat di dalamnya tidak menunaikan shalat Tahiyyatul Masjid. Hal ini dikuatkan oleh hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah bahwa Nabi
bersabda, "Di antara tanda-tanda hari Kiamat adalah seseorang lewat di dalam mesjid tetapi ia tidak shalat di dalamnya dua rakaat." Dalam riwayat lain berbunyi: "Seorang laki-laki melewati mesjid dan ia tidak shalat di dalamnya."
- Terjadi fenomena kematian mendadak. Kita memohon kepada Allah agar menyelamatkan kita dari hal yang demikian.
Wallahu a`lam.