Saya membaca hadits-hadits berikut dalam kitab At-Targhîb Wat Tarhîb:
1. "Apabila seseorang meninggikan bangunan di atas tujuh dzirâ` (1 dzirâ`= 18 inchi), maka kelak ia akan dipanggil, 'Wahai orang yang paling fasiq, ke mana kamu akan pergi?"
2. "Apabila Allah menginginkan kehinaan bagi hamba-Nya, maka hamba tersebut akan membelanjakan hartanya untuk bangunan."Bagaimana kedudukan hadits-hadits ini, sementara kita banyak melihat bangunan-bangunan percakar langit?
Segala puji bagi Allah dan shalawat serta salam semoga tercurahkan kepada Rasulullah beserta keluarga dan shahabat beliau.
Hadits pertama sebagaimana dikatakan oleh Al-Mundziri dalam kitab At-Targhîb Wat Tarhîb bahwa hadits ini tidak shahîh. Ibnu Abi Ad-Dunya meriwayatkan hadits ini dari `Ammâr ibnu `Âmir, seorang tabi`in. Hadits ini tergolong hadits mursal, dan tidak boleh disandarkan kepada Rasulullah—
—.
Sedangkan hadits kedua diriwayatkan oleh Ath-Thabarâni dalam kitab Al-Mu`jam Al-Ausath, dan Al-Baihaqi dalam kitab Syu`abul Îmân. Hadits ini dinyatakan dha`îf oleh As-Suyûthi, Al-Munâwi, dan Al-Albâni.
Jadi, kedua hadits ini tidak shahîh. Namun telah menjadi ketetapan bagi para ulama bahwa membangun sesuatu itu tercela jika bukan untuk tujuan syar`i, atau membuatnya meninggalkan hal wajib, atau melakukan hal terlarang, atau melebihi kebutuhan. Karena dunia ini bukanlah tempat yang kekal.
Cari FatwaAnda dapat mencari fatwa melalui banyak pilihan
Fatwa
Today's most read